Ketika kita buka kamus Oxford Bahasa Inggris, suka ada tulisan – tulisan seperti “/ˈɒkjʊpʌɪ/” atau “/bɔːd/” di samping setiap kata pada kamus. Bagi yang kurang familiar, huruf-huruf ini adalah yang disebut phonetics. Walaupun kelihatannya seperti diketik oleh robot rusak, phonetics dijadikan alat bantu pelafalan saat belajar bahasa. Pada topik hari ini, kita akan mendalami tentang kode phonetics.

Getty_phonetics-475158545-56afa4bc5f9b58b7d01b6cf0

    Phonetics, atau yang disebut fonetik dalam Bahasa Indonesia, merupakan salah satu ilmu yang menjelaskan bagaimana suatu bunyi dapat dihasilkan manusia dengar benar. Dalam bidang linguistik, sistem phonetics dan ilmu phonology saling berkaitan. Nah, yang biasa kamu lihat di kamus adalah phonetic symbols, dan masing-masing dari simbol tersebut memiliki cara baca dan penyebutannya sendiri. Ibaratnya, kalau pengucapan kosakata Bahasa Inggris dituangkan ke bentuk tulisan, itulah kombinasi dari simbol-simbol phonetic.

 

    Simbol-simbol ini memiliki satu standar internasional, yaitu International Phonetic Alphabet (IPA) yang dirancang oleh Asosiasi Fonetik Internasional. Semua simbol-simbol IPA dipakai dalam pengucapan kata-kata dalam bahasa apapun. Jadi kalau kalian sudah menguasai simbol-simbol dalam IPA, maka kalian bisa membaca bahasa apapun di muka bumi ini, walaupun ga ngerti artinya.

 

    Ingin tahu lebih lanjut tentang phonetics dan cara bacanya? Kita akan bahas tentang simbol-simbol dan alfabet phonetic di artikel selanjutnya minggu depan. Sambil nunggu, baca juga artikel lainnya di kolom Selected Articles pada aplikasi U-Dictionary!