Metode Diet Baru di Tiongkok: Bayar Netizen Merekam Video Makan Untuk Diceritain Rasanya

Dikutip dari vice.com

Menurut South China Morning Post, sejumlah netizen Tiongkok melakoni model bisnis seperti yang kubayangkan di atas. Mereka dibayar setiap kali makan McDonald’s, minum bubble tea, atau menyantap hidangan penuh kalori sesuai permintaan klien. Pembuat video ala mukbang itu meyakinkan orang-orang yang berdiet untuk memfoto atau merekam momen sedang makan, supaya kliennya juga bisa merasa puas secara tidak langsung.

Jasa macam ini sering memasang iklannya ke internet. Mereka bersedia menyantap apapun demi imbalan sebesar biaya makanan dan jasa makan. Sebagai gantinya, penerima jasa bisa tetap diet sambil mendengarkan penjelasan si pelaku mukbang seputar deskripsi betapa lezat makanannya.

Pemberi jasa mukbang lantas memfoto makanan atau merekam momen saat makan dari setiap sudut. Setelah itu, mereka menulis esai tentang rasa santapannya secara menyeluruh. Mereka juga akan makan dengan pose sangat lahap.

Fenomena tersebut mulai ngetren awal 2019, ketika orang-orang mulai mengiklankan jasanya di “situs-situs e-commerce besar” Tiongkok, meskipun hanya si penyedia jasa yang tahu seberapa sukses bisnis macam ini. SCMP berusaha menghubungi penyedia jasa mukbang yang selama ini cuma minum bubble tea. Dia tidak pernah disuruh menyantap makanan atau minuman lain.

Tren di Tiongkok ini jelas mirip mukbang di Korsel, meskipun yang satu ini terdengar jauh lebih personal. Mukbang adalah fenomena dari Korea Selatan, di mana vlogger akan merekam diri sendiri saat makan dalam porsi besar. Video itu nantinya diunggah ke akun media sosial, supaya penonton bisa menyaksikan mereka makan.

Look forward to your reply!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top