Ini Alasan Foto Lubang Hitam Pertama Sepanjang Sejarah Mirip Donat Blur (atau Mata Kucing)

Dikutip dari vice.com

Galaksi yang ditinggali manusia, Bima Sakti, wujudnya seperti spiral mengelilingi kehampaan. Ada kehampaan mahaluas terletak pada pusatnya. Pusat ini menyerap semua energi dan zat yang mendekatinya. Kehampaan itulah yang disebut ilmuwan sebagai lubang hitam.

Para astronom percaya hampir setiap susunan galaksi mengelilingi kehampaan ini. Tetapi belum ada yang pernah melihat wujud nyata lubang hitam sampai akhirnya, tim ilmuwan internasional berhasil merilis foto pertama dari lubang hitam supermasif. Massa lubang hitam yang dipotret itu setara 6,5 miliar matahari di tata surya kita. Lokasi lubang hitam itu di galaksi 87 Messier, jaraknya 55 juta tahun cahaya dari bumi.

Fotonya ganjil dan indah. Tapi, namanya juga internet, banyak netizen menganggapnya mirip donat goreng difoto blur, atau malah mata kucing.

Hal pertama yang harus kita pahami, foto lubang hitam tersebut bukan potret sekali ambil. Gambar yang kita lihat hasil dari observasi kolaboratif dari teleskop raksasa di tujuh benua. Proyek Event Horizon Telescope (EHT)—sebuah upaya global yang mengubah sekian teleskop bumi menjadi semacam antena radio raksasa—mengamati satu bintang dan menangkap data radio yang digunakan untuk menciptakan potret lubang hitam Messier 87.

Jadi, yang sebenarnya “dipotret” para ilmuwan adalah ‘bayangan’ lubang hitam. Lubang hitam supermasif, karena massanya sangat padat, sampai menekuk konsep ruang waktu yang berada di sekitarnya serta menyerap semua cahaya. Karena inti dari kehampaan massif itu mustahil memiliki cahaya, maka lubang hitam sendiri tidak bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang manusia yang mengamati lewat teleskop.

Untunglah, berkat kerja keras banyak fisikawan, manusia jadi tahu bahwa setiap lubang hitam dikelilingi “horison kejadian”, yakni titik di mana cahaya tidak mungkin lolos dari lubang hitam. Dari asumsi tersebut, pastinya di luar horison kejadian terdapat zat berbentuk cincin yang dikenal sebagai “cakram pertambahan” membangun pusaran zat-zat dan energi panas, yang ditakdirkan akan terserap ke dalam lubang hitam.

Di dalam cakram pertambahan, foton—partikel cahaya tanpa massa—berputar di sekitar ujung lubang hitam. Kesimpulannya, foto yang diperoleh EHT adalah “bayangan” yang menyerupai cincin ini.

“Bila masuk ke daerah penuh cahaya, misalnya cakram gas yang bersinar, kami berharap lubang hitam bisa menciptakan kawasan gelap yang mirip dengan bayangan—itu satu hal yang belum pernah kami lihat, tetapi sejak lama sudah diprediksi teori relativitas umum Albert Einstein,” kata Heino Falcke, ketua Dewan Event Horizon Telescope, saat menggelar jumpa pers. “Bayangan ini, yang ditimbulkan pelengkungan gravitasional dan penangkapan cahaya oleh horison kejadian, mengungkap banyak informasi tentang sifat benda langit mengagumkan ini. Data tersebut juga membantu kami untuk mengukur massa lubang hitam M87.”

Jadi, kita sebenarnya tidak sedang melihat lubang hitam aslinya, melainkan distorsi ruang waktu yang ditinggalkan aktivitas lubang hitam tersebut. Capaian ilmuwan itupun tetap luar biasa. Karena untuk pertama kalinya umat manusia sukses memantau dan merekam fenomena ini, setelah lebih dari satu abad lalu teori tersebut dicetuskan fisikawan legendaris Albert Einstein.

“Foto kami bukan simulasi, ilustrasi, ataupun dugaan, melainkan kesemrawutan foton yang mengelilingi kehampaan luar biasa,” begitu keterangan resmi NSF dalam sebuah video yang menjelaskan fenomena ini.

Walaupun kita sekarang baru mampu melihat jejak foton berusia 55 juta tahun lalu, ini adalah langkah besar untuk kemajuan umat manusia.

Look forward to your reply!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top