Kiat-Kiat Untuk Menghadapi Bulan Ramadhan

    Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Maka sudah seharusnya kita mempersiapkan diri untuk bertemu tamu agung yang bernama Ramadhan. Karena pada prakteknya banyak orang salah prioritas ketika bertemu bulan Ramadhan. Mereka mepersiapkan stok makanan khawatir harga naik saat Ramadhan, mempersiapkan rumah, mempersiapkan hal-hal yang sebenarnya tidak prioritas, namun mereka lali untuk mempersiapkan hal yang prioritas. Di antara hal-hal yang perlu kita lakukan sebelum Ramadhan datang di antaranya adalah hal-hal berikut ini:

1. Pertaubatan yang Tulus

    Meskipun taubat bisa dilakukan setiap saat, tetapi bertepatan dengan masuknya bulan Ramadhan, maka amat sangat disarankan untuk bersegera bertaubat, yang dengannya dapat menghapus dosa-dosa, baik dosa antara manusia dan Allah, maupun dosa antar sesama manusia.

    Sebagaimana diketahui bahwa di antara dampak buruk yang ditimbulkan oleh dosa adalah menghalangi pelakunya dari amalan ketaatan. Dikhawatirkan jika memasuki bulan Ramadhan tanpa bertaubat, dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya membuat dia terhijab dari amal-amal sholeh yang seharusnya diperbanyak di bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Artinya, “Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman semoga kalian beruntung.” (QS An-Nur : 31)

2. Berdoa agar Dipertemukan dengan Ramadhan

    Di antara kebiasaan para salaf sebelum datang Ramadhan adalah berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Mualla bin Fadhl berkata :

كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم رمضان، ثم يدعونه ستة أشهر أخرى أن يتقبل منهم

    Artinya, “Mereka (para sahabat) bedoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan dengan Ramadhan, kemudian mereka berdoa enam bulan lainnya agar Allah menerima dari mereka amalan di Ramadhan.”

3. Menghadirkan Perasaan Bahagia Bertemu Bulan Ramadhan

    Di antara keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini adalah Allah menganugerahkan bagi mereka musim-musim ketaatan. Di mana pada musim-musim ketaatan tersebut pahala dilipatgandakan. Dan salah satu musim tersebut adalah Ramadhan.

    Di Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, amalan-amalan ketaatan dilipatgandakan dan masih banyak keutamaan lainnya. Oleh Karena itu sudah sepantasnya seorang muslim menghadirkan rasa senang dengan kehadiran Ramadhan. Rasa senang yang dengannya menjadi salah satu sarana untuk memperbanyak amal-amal sholeh.

4. Menunaikan Hutang Puasa Wajib

    Ini adalah teladan dari ibunda Aisyah –Radhiyallahu anha– dalam sebuah riwayat dari Abu Salamah bahwasanya Aisyah berkata, “Saya memiliki tanggungan puasa tahun lalu dan saya tidak bisa mengqodhonya kecuali pada bulan Sya’ban. (HR Bukhori Muslim)

    Dari hadits ini para ulama berkesimpulan bahwa batas akhir qodho puasa Ramadhan adalah sebelum datang Ramadhan berikutnya. Maknanya, barangsiapa yang mengakhirkan qodho puasa Ramadhan sampai datang Ramadhan berikutnya tanpa adanya uzur syar’i maka dia berdosa.

Ibnu Hajar Al-Atsqolani berkata :

ويؤخذ من حرصها على ذلك في شعبان أنه لا يجوز تأخير القضاء حتى يدخل رمضان آخر

Artinya, “Dari kesungguhan Aisyah mengqodho puasa di bulan Sya’ban dapat diambil kesimpulan bahwa tidak boleh mengakhirkan puasa qodho sampai datang Ramadhan berikutnya.” (Fathul Bari 4/191)

Look forward to your reply!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

One Comment

Scroll to Top